Suatu definisi lama yang sudah dikenal umum mengatakan bahwa manusia adalah bianatang yang berakal budi ( animal rationale ).Aristotele yang memberidefinisi ini, menggunakan kata Yunani "logos" untuk "akal budi'. yang berarti "bicara" dan ungkapan Yunani yang lain memberikan "logos" , yang berarti "mempertanggungjawabkan". bicara dan bahasa berperan dalam komunikasi sosial manusia, ketika manusia ingin menjalin hubungan dengan orang lain dan mempertanggungjawabkan sesuatu.
Bila seseorang berbicara dan menunjuk ke objek atau pribadi yang lain, maka sebenarnya ia ingin melakukan lebih daripadamemberikan saja. kata adalah penunjuk, yang berisikan ajakan untuk memulai suatu tugas atau untuk mengubah suatu situasi. bahasa menunjukan arah dan aspek-aspek khusus agar aspek-aspek itu diperhatikan. semua tindakan dan tanggungjawab manusia ini menjadi jelas terlihat melalui gerak gerik dan bahasa. Dengan cara ini manusia menciptakan suatu kisah kebudayaan manusia yang tak ada akhirnya. Bahasa adalah suatu Sistem refleksi, tindakan, dan sejarah yang tidak pernah tertutup.
Manusia melalui pandangan, kata, dan tindakan mereka, melakukan lebih dari sekedar mengungkapkan fakta. manusia mendorong berbagai peristiwa ke arah tertentu, menafsirka arah sejarah pribadi serta sejarah mereka bersama. bahasa manusia mempunyai suatu kekuatan untuk menjelaskan. Tetapi ini tidak berarti bahwa pengetahuan dan makna dari apa yang terjadi telah diberikan sebelumnya. Hanya dengan menunju kepada kejadian, dan dalam berbagai macam perwujudan peristiwa itu, kata memperoleh maknanya. Makna ini belum ada sebelum kata digunakan-makna tersebut bukanya diberikan secara "a priori"-melainkan mendapatkan bentuknya melalui penggunaan kata. Penjelasan melalui pembicaraan manusia bukanlah penjelasan yang sudah baku, melainkan hanyalah petunjuk yang bisa mengalami nuansa-nuansa yang fleksibel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar